Senin, 25 Maret 2019
Mari Belajar Invers Fungsi
1. Pengertian
Invers Fungsi
Telah kita fungsi dan penggunaannya.
Suatu fungsi atau pemetaan pasti melibatkan dua himpunan. Misalkan f suatu
fungsi yang memetakan himpunan A ke himpunan B sehingga setiap
elemen a ϵ A mempunyai peta f (a) = b di B.
Apabila pemetaan dibalik, dapatkah ditentukan fungsi g yang
memetakan B ke A sehingga diperoleh peta?
Untuk
mengetahuinya, sebelumnya simaklah contoh dalam kehidupan sehari–hari berikut
ini.
Keluarga
Pak Rahmat memiliki dua anak yang bernama Ani dan Bela. Bila Ana adalah anak
pertama dan Bela adalah anak kedua, maka hubungan kekerabatan antara keduanya
dapat dikatakan:
Ani
Kakak Bela
Apabila hubungan
kekerabatan di atas dibalik, apakah mempunyai makna yang sama? Tentu saja
hubungan tersebut dapat dikatakan:
Bela
Adik Ana
Kedua hubungan
kekerabatan tersebut dapat dinyatakan dalam diagram panah, yaitu:
Hubungan
kebalikan tersebut dinamakan invers. Dari hubungan yang telah dijelaskan di
atas, dapat digunakan untuk menentukan invers suatu fungsi. Perhatikan diagram
berikut:
Jika fungsi f:
A → B maka inversnya adalah g: B
→ A.
Pada gambar di
atas fungsi f dan g dikatakan saling invers. Invers fungsi
f berlambang f -1 (dibaca f invers)
dan invers fungsi g berlambang g -1 (dibaca g invers). Jadi, g = f -1 dan
f = g -1.
Invers suatu fungsi dapat berupa fungsi (disebut
fungsi invers) atau hanya berupa relasi biasa.
Definisi
Suatu fungsi f: A → B mempunyai fungsi invers f
-1: B → A jika f merupakan fungsi bijektif atau himpunan A dan B
berkorespondensi satu-satu.
Contoh:
Diketahui
himpunan A = {a, b, c} dan B = {1, 2}.
Fungsi
f : A → B ditentukan dengan pasangan berurutan f =
{(a, 1), (b, 2), (c, 2)}
a.
Tentukan invers f adalah f –1 yang
dinyatakan dalam pasangan berurutan.
b.
Tunjukkan f dan g dengan diagram panah, kemudian selidiki apakah invers f
yaitu g merupakan fungsi?
Jawab:
a.
Invers f adalah yang dinyatakan dengan pasangan berurutan, yaitu g =
{(1, a), (2, b), (2, c)}
b. Diagram panah f dan
g adalah:
Dari
diagram di atas, terlihat bahwa f : A → B adalah fungsi. Sedangkan,
invers fungsi f,
yaitu g : B → A adalah bukan
fungsi karena pada himpunan B terdapat anggota yang mempunyai kawan
lebih dari satu di himpunan A.
2. Menentukan
Invers Fungsi
Suatu
fungsi f yang memetakan x ke y dinyatakan dengan f :
x→y atau ditulis y: f (x). Invers fungsi f
tersebut yang memetakan y ke x dinyatakan dengan f –1:
y → x atau ditulis x = f –1 (y).
Maka dapat dinyatakan bahwa:
Invers dari fungsi y = f (x)
adalah x = f –1 (y)
Bagaimanakah
cara menentukan fungsi invers? Untuk mengetahuinya coba Anda pelajari contoh
berikut ini.
Contoh 1:
a.
Diketahui
fungsi f : R→R ditentukan oleh f
(x) = 2x + 5.
Tentukan rumus fungsi inversnya!
Jawab:
f (x) = y
2x + 5 = y
2x = y – 5
x = (y – 5)/2
f –1 (y) = (y – 5)/2
f –1 (x) = (x – 5)/2
Jadi, fungsi inversnya
adalah f –1 (x) = (x – 5)/2
Dari contoh di
atas, dapat disimpulkan mengenai langkah– langkah menentukan fungsi invers,
yaitu:
Catatan
Menentukan fungsi invers:
· · Ubah persamaan y
= f(x) ke dalam bentuk x = f(y).
· ·
Gantikan x dengan f –1 (y)
sehingga f –1 (y) = f(y).
· Gantikan y dnegan x sehingga diperolah
rumus fungsi invers f –1 (x).
· Jika f(x) = (ax + b) / (cx + d), x ≠ – d/c
maka f-1(x) = (– dx + b) / (cx – a), x ≠ a/c
Langkah–langkah menentukan fungsi invers:
a. Misalkan y = f (x), kemudian
diubah menjadi bentuk x = g(y)
b. Gantilah x sebagai f –1 (y)
sehingga f –1 (y) = g(y)
c. Ubahlah huruf y dengan huruf x sehingga
diperoleh fungsi
Sumber : Modul Matematika : Komposisi Fungsi dan Inver Fungsi Invers, Fitri Suci Maharsih.
Silakan simak video menentukan invers fungsi di bawah ini :
mohon simak video berikutnya :
Sumber : Modul Matematika : Komposisi Fungsi dan Inver Fungsi Invers, Fitri Suci Maharsih.
Silakan simak video menentukan invers fungsi di bawah ini :
mohon simak video berikutnya :
Mari Belajar Komposisi Fungsi
KOMPOSISI FUNGSI
1 1. Pengertian Komposisi Fungsi
Suatu fungsi dapat dikombinasikan atau digabungkan dengan fungsi lain, dengan syarat tertentu, sehingga menghasilkan fungsi baru. Seperti apakah fungsi baru tersebut? Untuk lebih jelasnya, perhatikan ilustrasi
berikut ini.
Untuk memetakan sebuah bilangan, dilakukan dua proses dengan menggunakan 2 mesin, seperti pada gambar berikut ini.
Mesin I melakukan proses ”kalikan dengan 5” dan mesin II melakukan proses ”tambahkan dengan 5”. Jika bilangan 2 dimasukkan dalam mesin I diolah dan diubah menjadi 2 x 5 = 10, lalu bilangan diolah oleh mesin II dan menghasilkan 10 + 5 = 15. Jadi 2 dipetakan menjadi 15 oleh kedua mesin tersebut.
Apabila dimasukkan bilangan sembarang x, maka diperoleh hasil:
Mesin: x → 5x → 5x + 5
mesin I mesinII
Bagaimana hasilnya bila kedua mesin tersebut digabungkan?
Mesin gabungan dari mesin I dan II ini melakukan proses ”kalikan dengan 5 kemudian tambahkan dengan 5”. Jika bilangan 2 dimasukkan dalam mesin ini, diolah menjadi (2 x 5) + 5 = 15. Ternyata hasilnya sama dengan keluaran dari mesin I dan mesin II.
Apabila dimasukkan bilangan sembarang x, maka diperoleh hasil:
mesin gabungan
Analog dengan ilustrasi di atas, komposisi fungsi g dan fungsi f dapat didefinisikan sebagai berikut.
Jika f : A → B dan fungsi g : B → C, maka fungsi F yang memetakan A → C melalui hubungan dua fungsi f dan g, dapat dinyatakan sebagai fungsi komposisi.
Secara matematis ditulis: F : A→ C atau F : x g (f (x)) dengan rumus F (x) = g (f (x)).
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa:
Fungsi f (x) = g (x) adalah komposisi fungsi f dan g, sehingga f (x) disebut fungsi komposisi.
Bila komposisi disimbolkan oleh ”o”, maka fungsi komposisi gof adalah fungsi f dilanjutkan dengan fungsi g sehingga bentuk g (f(x)) dapat ditulis sebagai (gof)(x), yaitu:
F : x → (g o f) (x) = g (f (x))
Agar Anda dapat lebih memahami fungsi komposisi, maka simaklah contoh berikut ini.
Terdapat fungsi f dan g yang disajikan dalam diagram panah.
Range fungsi f, R (f) = B ϵ C. Pemadanan F dari A ke D yang didefinisikan dengan aturan F (x) = (gof) (x) merupakan fungsi karena memenuhi syarat-syarat fungsi, yaitu setiap anggota domain (daerah asal) dipasangkan dan pasangannya tunggal.
(gof) (1) = g (f (1)) = g (a) = 4
(gof) (2) = g (f (2)) = g (b) = 5
(gof) (3) = g (f (2)) = g (b) = 5
|
dari dua fungsi f : A → B dan g : C → D dapat digabungkan menjadi fungsi baru (gof) : A → D, hanya jika B ϵ C.
Contoh lain:
Fungsi f : R→R ditentukan dengan f(x) = 3x + 2 dan g(x) = 2x. Tentukan (g o f) dan (f o g)!
Jawab:
(g o f) = g(f(x)) = g(3x + 2) = 2(3x + 2) = 6x + 4
(f o g) = f(g(x)) = f(2x) = 3(2x) + 2 = 6x + 2
2. Sifat-Sifat Komposisi Fungsi
Misalkan ditentukan aturan fungsi f, fungsi g dan fungsi h dari R→R.
a. Operasi komposisi pada fungsi umumnya tidak komutatif artinya (f o g) ≠ (g o f).
b. Pada komposisi fungsi berlaku sifat asosiatif, yaitu (f o g) o h = f o (g o h).
c. Missal I adalah fungsi I(x) = x dan memenuhi f o I = I o f = f maka I adalah fungsi identitas.
Sumber : Modul Matematika : Komposisi Fungsi dan Inver Fungsi Invers, Fitri Suci Maharsih.
Agar semakin paham silakan simak video di bawah ini :
kemudian simak juga video lanjutannya di bawah ini :